Serba Salah Judulnya Tapi Jika diingat Ketawa Sendiri

Serba Salah Judulnya Tapi Jika diingat Ketawa Sendiri

Serba Salah Judulnya Tapi Jika diingat Ketawa Sendiri

 

AGEN TARUHAN ONLINE TERPERCAYA –  ini kejadian pernah juga saya alami setelah beberapa minggu beraktifiktas yang belum mengerti antara seneng atau harus dinikmati . jadi di suatu hari  saya ke bioskop Biasanya pasangan-pasangan kasmaran itu bawa masuk banyak makanan ke bioskop kayak mau piknik, lalu makan dan mesra-mesraan selama nonton. Sesekali ada lempar-lemparan popcorn kecil-kecil. Lama-kelamaan saling siram soft drink. Nikmat Tuhan mana lagi yang sanggup kau dustai, wahai kaum adam.. Di sisi lain, di antara puluhan penonton, hampir selalu ada yang ketiduran. Penonton tidur ini sepertinya lebih suka cerita film versi alam mimpinya ketimbang film aslinya. Mungkin juga sebenarnya dia tertukar antara aplikasi pemesanan tiket film dengan booking hotel.
Kemajuan teknologi bagaikan dua mata pisau. Ponsel pintar bisa dipakai pesan tiket film tanpa harus antre. Namun, bisa juga dipakai untuk merekam film via live Instagram. Kegiatan ini termasuk pembajakan. Sebab, jika kita mengikuti akun-akun penonton jenis ini, kita bisa menonton keseluruhan filmnya hanya dengan menjahit kumpulan Instastories mereka.

kadang ada yang lebih unik lagi Yang lebih unik lagi adalah penonton bayi. Penonton jenis ini tidak bayar tiket bioskop, karena dipangku oleh orang tua masing-masing. Selama film diputar, kadang mereka bereaksi tidak sesuai terhadap film. Ketika adegan lucu, mereka malah nangis. Ketika adegan sedih, mereka malah pipis.

Selain itu, orang yang nonton bioskop sendirian juga tidak disebut. Padahal, jumlah penonton tunggal ini cukup banyak dan akan terus bertambah setiap tahunnya. Budaya ini masih dianggap aneh bagi sebagian orang. Lha, memang apa salahnya nonton sendirian?

Nonton bioskop berdua pacar atau bersama geng memang keren. Namun, nonton sendirian bukan perkara yang memalukan. Asalkan, kita mematuhi tata krama nonton bioskop: tidak mengganggu penonton lain. Tidak main ponsel ketika nonton. Tidak berisik, apalagi sampai live reaction kayak Youtuber, “Guys! Jagoannya matoy, guys! Legit ngocop boy! Eh, ini orang?! Masih idup lu??”

Jadilah penonton manis yang bisa diajak kerja sama dengan perangkat bioskop selama durasi film diputar.

Saya sendiri lebih sering nonton sendirian di bioskop. Terdengar menyedihkan bagi sebagian orang, tapi nonton sendirian juga ada untungnya. Salah satunya, lebih hemat. Tidak perlu traktir pacar, teman, gebetan, atau selingkuhan yang diajak nonton. Bujet yang seharusnya untuk nonton berdua, bisa dipakai buat sendiri. Bisa beli dua tiket film berbeda, lalu maraton deh. Atau, kalau sedang lapar, bisa dibelikan sistagor.

Ketika memutuskan untuk nonton sendirian, tentunya tidak tergantung dengan jadwal dan kesediaan orang lain. Dadakan juga jadi, semacam tahu bulat. Tak perlu berdebat dengan orang lain mengenai pilihan kursi atau jam tayang. Cukup berdebat dengan diri sendiri. Semacam monolog di lobi bioskop. Hehehe.

Nonton rame-rame pun bisa dikritisi Rangga AADC: “Kayak nggak punya kepribadian aja. Nonton harus sama-sama. Ke toilet juga harus sama-sama. Sampai bayar parkir mal pun harus sama-sama. Apa namanya kalau bukan mengorbankan kepentingan pribadi demi sesuatu yang kurang prinsipil?”
Kalau kamu membatalkan niat nonton karena tak ada yang menemani, bisa-bisa dipelototi oleh mata elang Nicholas Saputra muda. Tak lupa disinisi oleh kalimat-kalimat judes gantengnya, “Sebenarnya kamu pengen nonton karena pengen nonton filmnya atau karena pengen bareng temen-temen kamu doang?”

Sosok Rangga di film Ada Apa dengan Cinta? adalah role model bagi orang-orang mandiri yang terbiasa pergi ke mana-mana sendiri. Oh ya, banyak orang menyebut ini dengan istilah masturdating.

Tapi, walaupun jalan sendiri, tetap bisa tampil keren dong! Ya mungkin kebetulan saja yang jadi Rangga itu Nicholas Saputra. Beda soal kalau yang jadi Rangga itu adiknya Mandra, yaitu Mastur. Jadi Masturdating beneran itu sih namanya.